Awalnya Saya Pikir Maag Biasa...
Sebagai pekerja aktif yang memiliki jadwal harian padat, menunda makan siang sudah menjadi kebiasaan biasa bagi saya. Kopi pagi adalah bahan bakar wajib agar konsentrasi tetap terjaga di depan layar monitor.
Saat perut pertama kali terasa kembung dan begah, saya hanya mengabaikannya. Saya meminum antasida instan dari warung terdekat dan langsung merasa baikan. Begitu terus selama berbulan-bulan.
"Saya pikir itu cuma maag masuk angin biasa. Sampai akhirnya dada saya terasa panas membakar dan nafas terasa sesak setiap sore."
Puncaknya terjadi ketika saya mendadak merasa cemas berlebihan tanpa alasan yang jelas. Jantung berdebar kencang, keringat dingin mengucur, dan rasanya ketakutan luar biasa. Dokter menjelaskan bahwa sensasi tidak nyaman pada lambung (GERD) merangsang saraf vagus yang mengirimkan sinyal bahaya ke otakβinilah yang disebut anxiety lambung.
Saat itu produktivitas saya langsung anjlok. Pekerjaan berantakan, tidur terganggu, dan hidup rasanya tidak tenang. Saya sadar, menutupi gejala secara instan tidak menyelesaikan masalah. Lambung saya terluka, meradang, dan butuh perlindungan menyeluruh yang alami serta aman.
